Rabu, 21 Agustus 2019

Curahanku

Ujian demi ujian dalam hidup
Ah rasanya setiap manusia yang terlahir akan merasakannya.
Ketika lahir, bagaikan seorang petualang yang tiba di pintu hutan rimba.
Akan ada duri-duri tanaman, kecil memang. Namun dalam jumlah yang amat banyak.
Seperti tiada habisnya menusuk tubuh.

Sekarang ini aku sedang merasakan duri-duri itu datang dengan dahsyatnya.
Bertubi-tubi tiada henti menghujam tubuh, tiada penawar selain harus tetap melaluinya.
Sesekali terseok dan terjatuh, namun kuusahakan untuk bangkit lagi.

Aku sadar, saat ini aku belum menjadi petualang yang tangguh, YA! sebagai petualang kehidupan.
Dalam diam termenung bahwa aku tak sanggup menerima duri-duri itu dan rasanya ingin masuk ke dalam hutan yang nyaman, tiada duri!
Namun hati kecil memberontak, meneriakan tentang keberanian. Keberanian untuk membunuh ketakutan.

Bangkitlah tubuhku yang lusuh
Kuatlah jiwaku yang lemah
Jernihlah pikiranku yang kotor
Dan beranilah menghadapi seluruh kenyataan.

Amin.

Maafkan atas curahanku yang lemah ini. Aku sedang dalam keadaan tak sanggup, sungguh.

Sabtu, 17 Agustus 2019

Untuk Negeriku


Ibu kini umurmu semakin menua
Namun bisakah anak-anakmu ini semakin dewasa?
Dewasa dalam bersikap tentunya.

Ibu, entah apa yang kau rasakan sekarang
Cobaan tiada hentinya menghujam hatimu
Tikus-tikus maruk masih berkeliaran
Badut-badut penghibur tiada hentimya berpenampilan

Tapi banyak hal yang masih kuyakin bu
Darahmu akan tetap merah penuh keberanian
Tulang putihmu akan tetap bersih menjernikan hati dan pikiran
Slogan bhinekamu akan terus berkumandang
Falsafahmu tiada terkikis oleh zaman
Dan garudamu akan terbang tinggi, tinggi menembus kegemilangan.

Bu, aku cinta tanahmu dengan seluruh keindahan bentang alamnya
Aku cinta rakyatmu dengan segala ragam budayanya
Biarlah cinta ini ada, dan berbiak hingga tak terbatas.

Muda-mudi membakar semangatnya untuk menaklukan dunia.
Kaum tua memberi kebijakannya dalam menata arah haluannya.

Dirgahayu Republik Indonesiaku!