Sabtu, 17 Agustus 2019

Untuk Negeriku


Ibu kini umurmu semakin menua
Namun bisakah anak-anakmu ini semakin dewasa?
Dewasa dalam bersikap tentunya.

Ibu, entah apa yang kau rasakan sekarang
Cobaan tiada hentinya menghujam hatimu
Tikus-tikus maruk masih berkeliaran
Badut-badut penghibur tiada hentimya berpenampilan

Tapi banyak hal yang masih kuyakin bu
Darahmu akan tetap merah penuh keberanian
Tulang putihmu akan tetap bersih menjernikan hati dan pikiran
Slogan bhinekamu akan terus berkumandang
Falsafahmu tiada terkikis oleh zaman
Dan garudamu akan terbang tinggi, tinggi menembus kegemilangan.

Bu, aku cinta tanahmu dengan seluruh keindahan bentang alamnya
Aku cinta rakyatmu dengan segala ragam budayanya
Biarlah cinta ini ada, dan berbiak hingga tak terbatas.

Muda-mudi membakar semangatnya untuk menaklukan dunia.
Kaum tua memberi kebijakannya dalam menata arah haluannya.

Dirgahayu Republik Indonesiaku!

Senin, 12 Agustus 2019

Bukan Idul Adha Biasa


Idul Adha merupakan salah satu hari besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Idul Adha juga menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji bagi umat muslim.

Tak terkecuali identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dianjurkan untuk umat muslim. Tujuannya adalah memperingati peristiwa Nabi Ibrahim mengorbankan anak kesayangannya Nabi Ismail untuk disembelih lalu digantikan dengan seekor domba.

Kurban bukan sekedar menyembelih hewan kurban. Namun ada makna yang lebih luas, yaitu menyembelih rasa cinta berlebihan kita terhadap yang ada di dunia ini.

Kita adalah Ibrahim (manusia) yang mencintai Ismail, entah itu hartamu, jabatanmu atau keluargamu.  Allah tidak memerintahkan Ibrahim membunuh Ismail, tetapi Allah perintahkan untuk membunuh rasa kepemilikan Ibrahim atas Ismail. Kejadian ini dapat mengingatkan bahwa jangan berlebihan mencintai yang ada di dunia ini. Karena semua yang kita miliki sekarang hanyalah titipanNya, yang kapanpun kita harus siap kehilangan.

Dengan berkurban kita akan lebih mendekatkan diri dengan-Nya dan juga berbagi kepada sesama umat manusia supaya dapat menikmati daging yang belum tentu setiap hari mereka mampu membelinya.

Belum mampu berkurban? setidaknya kita dapat mengambil hikmah dari hari raya kurban ini. Maka, apakah kita sudah menyembelih rasa cinta berlebihan terhadap apa yang kita miliki?

Selamat Hari Raya!
Selamat makan!