Selasa, 17 Maret 2020

Crash Landing on You

Hasil gambar untuk crash landing on you

Kemarin weekend gue gabut, padahal ada skripsi yang harus dikerjain. Tapi kok lagi gak mood aja ngerjainnya hehe. Akhirnya buat ngisi kegabutan itu, gue memilih untuk nonton film sampai akhirnya dapet rekomendasi buat nonton Crash Landing on You (CLOY) yang lagi rame itu loh.

Sebenernya dari dulu gue gak tertarik sama series atau drama korea, karena emang bukan penganut genre itu hehe. Tapi kenapa akhirnya tertarik nonton CLOY karena series ini masuk netflix. Jadi dalam bayang-bayang gue "wah bagus nih kayaknya". Akhirnya gue tontonlah itu series....

Pada episode awal diceritan latar belakang dua tokoh utamanya yaitu Yoon Se-ri putri dari konglomerat di Korea Selatan dan Ri Jeong-hyeok putra dari Direktur Biro Politik Umum Korea Utara. Ri Jeong-hyeok adalah pasukan elite tentara rakyat Korea.

Akan ada pelangi setelah badai, mungkin peribahasa itu cocok untuk series ini. Awalnya Yoon Se-ri ingin uji coba pakaian ekstrem produk dari perusahaan modenya. Tak diduga badai datang ketika Yoon Se-ri terbang dengan paralayangnya. Ia terdampak di zona demiliterisasi (DMZ). Ri Jeong-hyeok yang pada saat itu sedang bertugas di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan menemukan Yoon Se-ri tersangkut di atas pohon. Dari ini drama percintaan dimulai..

Selain percintaan, dalam series ini juga menyuguhkan komedi yang menurut gue "oke nih". Kepolosan anak buah kapten Ri Jeong-hyeok menghibur ditambah para warga perbatasan yang bersikap kebingungan melihat orang baru (Yoon Se-ri) hadir di rumah kapten.

Tak ketinggalan, series ini juga menampilkan laga aksi kejar-kejaran hingga tembak menembak. Salah satunya ketika Yoon Se-ri yang sedang diantarkan menuju bandara tiba-tiba saja dari belakang muncul truk yang akan menghalangi kepergiannya.

Perpaduan sinematografi yang apik serta jalan cerita yang membuat emosi penonton bak menaiki roller coaster, tak heran ditiap akhir episodenya selalu membuat penasaran dan ingin menonton episode selanjutnya.

Walaupun mendulang rating yang tinggi, film ini juga menuai kritik dari pihak Korea Utara. Pihak Korea Utara mengutarakan bahwa film ini melakukan fabrikasi sistematis dengan menggambarkan negara komunis itu secara palsu dengan penuh rekayasa hingga melukai hati para warganya.

Lebih dari itu, series ini menurut gue rekomended sih! Udah jadi rahasia umum kalau drama Korea terkenal akan kebucinannya, tapi setidaknya dari gue nonton ini telah mematahkan ekspektasi gue tentang hal tersebut. Secara kualitas sangat oke.

Dan FYI, gue nonton 16 episode itu dalam waktu dua hari aja. Entah itu bisa dibilang marathon atau enggak, setidaknya rasa gabut gue telah dihilangkan oleh series ini hehehe. Oke itu aja review gue, sekarang saatnya kembali mengerjakan Skripsi!

Senin, 24 Februari 2020

Aku Menua

Waktu berjalan dengan normalnya, tapi rasanya cepat sekali. Hari ini umurku bertambah, kepala dua dengan buntut dua pula.

Pagi ini, hujan turun seperti hari-hari kemarin. Udara sejuk mengisi teduh setiap sudut ruang dalam kamarku. Terima kasih Tuhan atas apa yang telah aku terima sampai hari ini, semoga aku tetap selalu bersyukur atas apa yang Engkau berikan padaku.

Terima kasih juga untuk orang-orang yang telah mengajariku banyak hal dan pernah hadir dalam hidupku, semoga kalian sehat selalu.

Selamat hari Senin!