Jumat, 22 Mei 2020

The Broker

Amazon.com: The Broker: A Novel eBook: Grisham, John: Kindle Store

Joel Backman, pada masa jayanya dikenal sebagai seorang power broker. Ia dipenjara karena dianggap telah menyimpan rahasia yang mengancam keamanan nasional (Amerika Serikat), ia memiliki perangkat lunak canggih yang mampu mengendalikan satelit Neptunus yang canggih, namun tidak diketahui negara mana yang memilikinya. Ia dihukum selama dua puluh tahun lamanya. 
Berselang enam tahun kemudian ia dibebaskan karena pengampunan hukuman yang diberikan oleh Arthur Morgan (Presiden Amerika Serikat) pada jam - jam terakhirnya sebelum meninggakan White House. Keputusan Morgan sangat kontroversial, hingga membuat gaduh publik.

Dibalik pemberian pengampunan tersebut, ada sosok Teddy Maynard, Direktur CIA (Central Intelligence Agency) yang memaksa Morgan untuk mengeluarkan keputusan tersebut. Maynard bersikeras agar Backman dapat segera dibebaskan.

Skenario telah dirancang oleh CIA. Backman akan diselundupkan ke luar negeri, diberi nama baru, identitas baru dan kehidupan yang baru di Italia, tepatnya di Bologna.

Setelah Backman mampu menikmati lingkungan hidupnya yang baru, CIA akan membocorkan keberadaannya kepada pihak - pihak intelejen yang memburunya, seperti Rusia, China, Arab Saudi dan Israel.

Dengan begitu CIA hanya tinggal ongkang-ongkang kaki untuk mengetahui siapa yang memiliki sistem satelit canggih tersebut. 

****

Novel ini keren sih, membahas tentang intelejen dan pelarian diri Backman yang dibalut begitu apik. Dengan latar tempat di Bologna, Italia. John Grisham mengulas satu demi satu secara detail kegiatan Backman selama di Italia.

Kebiasaan - kebiasaan orang italia seperti cara berpakaian hingga makanannya dijelaskan secara rapih. sehingga bagi pembaca mampu membayangkannya.

Karena latar belakangnya sebagai pelobi tingkat tinggi, Backman tak mudah untuk dibohongi oleh para agen CIA, salah satunya Luigi. Backman merancang satu demi satu strateginya untuk meloloskan diri dari Luigi, karena ia tahu ada yang aneh dari pengampunan hukumannya itu.

Rating untuk novel ini? 4,5 / 5, APIK!

Sabtu, 09 Mei 2020

Reformasi Pola Hidup Jepang

Buku Seikatsu Kaizen, karya Susy ONG
"Jepang? Oh negara maju itu. Kudengar negara itu maju karena pola hidupnya baik. Itulah keunggulan mereka, budaya tradisionalnya yang disiplin."

Matahari terbit, bunga sakura, Maria Ozawa, Nobita, Doraemon, dll adalah hal-hal yang identik dengan Jepang. Disiplin, itulah kata yang ada dibenak kepala ketika mendengar kata Jepang.

Kita terkagum-kagum akan budayanya, sistem kereta api yang tepat waktu, masyarakat yang disiplin, etos kerja yang tinggi, hingga tata kelola kota yang baik. Bahkan suatu waktu salah satu kota di Jepang terkena banjir, kita dapat melihat air yang menggenangnya sangatlah bersih.

Seikatsu Kaizen, buku hasil studi pustaka Susy ONG ke perpustakaan di Jepang pada 2014. Menceritakan perjalanan negara matahari terbit itu dari negeri yang tak beradab menjadi negeri yang seperti kita kenal sekarang.

Anggapan umum kita selama ini bahwa kedisiplinan Jepang berasal dari kebudayaan tradisionalnya, dipatahkan oleh buku ini. Abad ke-18, negeri sakura itu sangat tak beradab. Di kereta-kereta orang-orang bertelanjang dada, berganti baju di tempat umum, bahkan ada yang bersenggama dengan pelacur di depan umum.

Pada abad itu pula Jepang tertutup dari dunia luar, negara sekutu meminta kekaisaran untuk membuka pasar agar mereka bisa berdagang disana. Perlahan-lahan pasar dibuka, dan kesadaran muncul bahwa selama ini negeri sakura tertinggal jauh pada segi peradaban dan teknologi dari dunia barat.

Karena kesadaran itu, rekayasa budaya dilakukan. Satu persatu Undang-undang bermunculan yang diterbitkan kekaisaran. Seluruh rakyat diminta untuk bekerja dengan giat dan hidup hemat. Rekayasa agama pun dilakukan, Shinto adalah agama yang dinasionalisasikan dari ajaran Buddha, untuk menghormati para kaisar terdahulu yang telah berjasa kepada negeri Jepang.

Modernisasi menjadi kunci penting. Peran masyarakat juga menjadi sangat penting dalam proses pembaharuan Jepang. Karena apa gunanya beribu-ribu undang-undang diterbitkan apabila tak diterapkan secara konkret bersama-sama.

Melihat hasilnya saat ini, sepertinya bukan tidak mungkin dalam puluhan bahkan seratus tahun ke depan Indonesia mampu menjadi negeri yang makmur dan tertib. Tentu hanya mimpi jika tak dilakukan secara konkret, kita mulai dari diri sendiri. Karena nyatanya kita hanya mampu menerbitkan undang-undang, tetapi belum bisa menjalankannya dengan baik.

Seikatsu Kaizen menjadi buku yang rekomended, penulisan ringan dengan isi yang punya bobot. Covernya juga manis, bagus buat dijadiin pajangan hehe.